Covid 19

Penyebaran Covid 19 Indonesia

Perkenalkan nama saya yohana Siska amelia, kelas 10 IPA 3, dari sma plus pgri cibinong. Disini saya akan membahas tentang covid-19. Virus corona pertama kali muncul di wuhan, Hubei, china. Virus ini kemudian menyebar ke manusia melalui tetesan cairan pernafasan tubuh melalui tangan atau permukaan padat.

Gejala umum covid 19 adalah demam, batuk, dan sesak napas. Orang juga dapat terkena virus ini karena menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian wajah mereka. Virus ini juga dapat hidup hingga 72 jam di permukaan.

Hingga saat ini penderita covid 19 yang ada di Indonesia ada sekitar 1285 orang, 
4729 orang negatif, 114 meninggal, dan 64 sembuh. Ini adalah prediksi data penderitaan covid 19 dari hari ke hari

Perhitungan matematika dalam menganalisa persebaran covid 19



Grafik proyeksi kasus Covid-19 di Indonesia. Sumber: Data dan Simulasi COVID-19 dipandang dari Pendekatan Model Matematika (Nuning Nuraini, Kamal Khairudin,Mochamad Apri, Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB--KK Matematika Industri dan Keuangan FMIPA ITB)

perhitungan model kurva tersebut juga memprediksikan bahwa Indonesia dapat mengalami puncak epidemi pada akhir Maret 2020, dan akhir epidemi mulai terjadi pada April 2020. Sementara jumlah kasus maksimal bisa mencapai lebih dari 8.000 kasus, sementara kasus baru terbesar bisa mencapai kurang lebih 600 kasus.

Dari data perhari dapat disimpulkan

Jumlah kasus ÷ jumlah tanggal
3600÷19
189,4

Orang yg terkena virus setidaknya ada 189 orang/harinya


Dampak covid 19 dalam kehidupan sehari hari

Berikut adalah akibat yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19 dalam kehidupan sosial di Asia

1. Penutupan sekolah
Pemerintah Indonesia sendiri juga sudah menerapkan atau mengeluarkan perintah untuk menutup sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, baik negeri ataupun swasta, sampai waktu yang belum ditentukan.

2. Panic buying
Panic Buying merupakan fenomena di mana masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu. Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah handsanitizer dan masker.
Banyak apotek-apotek yang mengalami kelangkaan stok masker. Handsanitizer yang biasanya hanya memiliki kisaran harga di bawah Rp10.000 kini bisa mencapai 3 bahkan 5 kali lipat. Momen ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum curang dengan menimbun beberapa barang dan meraup untuk sebanyak-banyaknya.


Solusi dalam menghadapi covid 19

1. Social Distancing
social distancing diartikan sebagai pembatasan sosial. 
Mengacu pada Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia, pembatasan sosial adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah.
Sosial distancing bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit di wilayah tertentu.
Selain itu, pembatasan social juga dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengurangi interaksi sosial dengan tetap tinggal di dalam rumah maupun pembatasan penggunaan transportasi publik.
2. Physical Distancing
physical distancing diartikan sebagai pembatasan fisik, dengan padanan kata 'jaga jarak fisik'.
WHO menegaskan, tindakan menjaga jarak fisik dan mengisolasi diri jika sedang sakit memang diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19. 
3. Cuci tangan secara teratur
Berikut tata cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO.
1. Basahi tangan dengan air.
2. Tuang sabun pada tangan secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan.
3. Gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya.
4. Gosok punggung tangan dan sela jari.
5. Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.
6. Genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar.
7. Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun.
8. Gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir.
9. Keringkan tangan dengan lap sekali pakai

4. Isolasi dan karantina

Perbedaannya, isolasi memisahkan orang yang sudah sakit dengan orang yang tidak sakit untuk mencegah penyebaran virus Corona, sedangkan karantina memisahkan dan membatasi kegiatan orang yang sudah terpapar virus Corona namun belum menunjukkan gejala.

Meski begitu, hingga kini jumlah orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 ini masih meningkat setiap hari. Kita bisa mengurangi penyebarannya dengan mengikuti pedoman para ahli kesehatan, yakni tetap berada di dalam rumah dan menjaga jarak sosial.



















Komentar